Loading...
News

Mandela Effect Adalah Dunia Alternatif?

Mandela effect adalah merupakan sebuah fenomena dimana ada banyak orang yang sama-sama memiliki ingatan yang salah akan suatu hal. Nama dari fenomena ini sendiri berasal dari banyak orang yang meyakini bahwa Nelson Mandela telah wafat di penjara di tahun 80an dan bahkan berkata bahwa mereka menyaksikan proses pemakamannya yang ditayangkan di televisi. Padahal, jelas-jelas Mandela wafat pada tanggal 5 Desember 2013. Jadi yang manakah yang benar di antara kedua peristiwa itu? Persepsi yang berbeda inilah yang memicu adanya teori dunia alternatif.

Klaim mandela effect di hubungkan dengan teori paralel universe teori fisika kuantum berawal dari pernyataan Fiona  Broom seorang konsultan Paranormal. dia beranggapan ada kenyataan yang berbeda dengan apa yang tertulis di buku sejarah dan banyak hal yang mengalami fenomena serupa. Beberapa orang yang percaya “multi universe” sebuah interpretasi fisika kuantum yang pertama kali disodorkan oleh Hugh Everett dan Bryce DeWitt yang memungkinkan untuk semesta yang ada banyak ( paralel universe) yang merupakan gagasan belum terbukti ilmiah bahkan secara teori banyak kontroversi bantahannya dari komunitas ilmiah. Para orang yang meyakini Mandela Effect percaya bahwa ini tanda-tanda keberadaan alam semesta lain beserta waktu versi alam lain telah memberi kontak.

Contohnya lainnya adalah Lagu dari Queen yang berjudul “We Are The Champions”, lagu ini adalah salah satu lagu paling terkenal di muka bumi. Bagian penutup dari lagu itu berbunyi  “No time for losers, ’cause we are the champions… of the world…” tentu juga sudah familiar di telinga kita. Akan tetapi, di versi originalnya, Freddie Mercury tak pernah merekam bagian final lagu tersebut seperti yang kita ingat. Yang benar adalah, “No time for losers, ’cause we are the champions.” Dan hanya itu saja. Jadi mengapa versi yang salah malah lebih diingat? Kemudian ada juga contoh-contoh lainnya seperti :

Namun nyatanya teori tersebut terpatahkan dengan False Memory atau di sebut juga Konfibulasi Memory,  false memory adalah sebuah kebingungan apakah suatu peristiwa terjadi pada diri kita atau terjadi pada orang lain, atau meyakini kita mengingat sesuatu yang sesungguhnya tidak pernah terjadi. Konfabulasi terutama terjadi dalam situasi-situasi khusus. konfabulasi merupakan proses secara tidak sadar seseorang yang menciptakan narasi ingatan nya yang mana dia percaya benar tapi itu terbukti palsu. Istilah konfabulasi memory populer di kalangan psikiatri untuk menggambarkan narasi pasien dengan kerusakan otak atau gangguan kejiwaan yang membuat cerita tentang apa yang mereka anggap atau ingat, cerita yang dikenal baik benar-benar fiktif atau sebagian fantasi .Namun tidak hanya dalam lingkup gangguan jiwa atau otak saja orang mengalami false memory ini. Ingatan manusia itu kompleks serta manipulatif  otak penuh dengan ilusi atau manipulasi yang mana seseorang tidak sadar telah mengalami false memory , seperti contoh nya ketika mengingat acara sepak bola , kita tahu betul score dan siapa pencetak gol dalam pertandingan tersebut namun beberapa hari kemudian kita di tanya teman yang menanyakan hasil dari laga sepakbola tersebut , berapa skor siapa yang masukan bola . Kita secara percaya diri menjawab skor sekian dan nama pencetak nya , namun ternyata salah dan surat kabar memberitakan hal sebalik nya .Setelah di cek kita baru sadar ada kemiripan pertandingan tersebut dengan pertandingan sebelum nya, bukan yang baru saja kita saksikan dan kita ceritakan kepada teman tersebut , pencetak gol seseorang yang sama namun skor beda, apa yang kita ceritakan sebagai skor ke teman ternyata tersebut adalah nomer punggung sang pemain dan ini salah satu contoh ingatan kita termanipulasi.

Please follow and like us:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *