Loading...
News

Choirul Huda Pahlawan Persela Lamongan

Choirul Huda adalah seorang pria yang lahir di Lamongan, Jawa Timur, 2 Juni 1979, merupakan pemain sepak bola Indonesia yang sampai kini hanya membela klub Persela Lamongan di Liga 1 Indonesia. Ia bermain di klub tersebut sejak tahun 1999. Merupakan pemain yang meiliki tinggi 1,81cm dan berat 78 kg. Ia adalah salah satu pemain senior di Persela yang memiliki banyak pengalaman di Liga Indonesia.

Bakatnya bermain sepakbola sudah terlihat sejak kecil. Ia asli binaan dari Persela Lamongan, Jawa Timur. Baginya membela klub asal kota kelahirannya itu adalah suatu kebanggaan tersendiri. Pada tahun 1999, ia sudah bergabung dengan klub berjuluk Laskar Joko Tingkir itu. Mulai dari Divisi II, Divisi I, Divisi Utama hingga akhirnya berhasil mengantarkan Persela promosi ke Liga Super Indonesia pada musim 2007.

Berkat pengabdiannya dan kesetiaannya itu, Pemerintah Daerah Lamongan mengangkat kiper yang memiliki tinggi badan 181 cm itu menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun 2008. Sebenarnya, ia sudah lama terdaftar di Dinas Olah Raga dan Pemuda (Disorda) Lamongan, namun ia baru diangkat menjadi pegawai tetap tahun 2008. Meski sudah terdaftar sebagai PNS, ia memiliki keinginan untuk meneruskan pendidikannya dengan berkuliah. Hanya saja kesibukannya sebagai PNS dan pemain sepakbola itu sulit dilakukan.

Pemain yang mengidolakan Iker Casillas ini ingin bermain tampil maksimal dan bagus meski usianya tidak muda lagi. Ia menjadi salah satu pemain Indonesia dengan istilah One Club Man, atau pemain yang membela satu klub dalam kariernya selama 18 tahun bersama Persela. Bahkan, salah satu media Inggris The Sun pernah memasukkan namanya dalam daftar 51 pemain sepakbola dunia paling loyal dan disetarakan dengan Lionel Messi atas keloyalitasannya. Dalam hal prestasi, Huda bisa dibilang cukup bagus dengan hanya membela satu klub saja. Ia berhasil membawa Laskar Joko Tingkir lima kali juara Piala Gubernur Jatim. Di liga Indonesia, ia pernah mengantarkan persela finis di posisi empat terbaik. Di Tim nasional Indonesia, Choirul Huda sempat dipanggil bergabung dalam skuat Merah Putih pada tahun 2014 dan 2015 silam.

Choirul Huda meninggal setelah insiden dalam pertandingan melawan Semen Padang pada pertandingan Liga 1 pekan ke 29. Dia bertabrakan dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues, saat mencoba mengumpulkan bola dari lawan dan tertabrak di dada. Menurut diagnosis Yudistira, ada benturan di bagian dada dan rahang bawah Huda. Sang pemain diduga mengalami trauma dada, kepala, dan leher. Di dalam leher, ada sumsum tulang yang menghubungkan batang otak. “Mungkin itu yang menyebabkan Choirul Huda henti jantung dan napas,” kata Yudistira. Sebelumnya, beberapa dugaan awal muncul soal penyebab meninggalnya Choirul Huda, salah satunya karena hypoxia. Lalu, muncullah hasil diagnosis seperti diutarakan Yudistira.

Please follow and like us:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *