Loading...
FILM

Review Film Justice League (PERINGATAN SPOILER)

Kali ini kami ingin membahas mengenai review film Justice League yang telah tayang di indonesia dan tentu saja telah kami tonton bersama-sama seluruh anggota DeepWork, meski penilaian dari kami beragam tapi ada kesepakatan dari kami bahwa poin untuk film ini adalah 6-7,5/10.

Nah yang ingin saya tulis adalah apa saja yang menjadi kelemahan dan kelebihan dari film ini,

1. Plot.

Film ini dibangun langsung berdasarkan kisah setelah kejadian Batman V Superman, di awal alur film ini sebenarnya terasa sudah pas di jalurnya, bagaimana Batman yang menyelidiki keberadaan Parademon, bagaimana kemunculan Steppenwolf yang menggiring para superhero ini untuk berkumpul menggalang kekuatan. Namun entah kenapa setelah mereka membangkitkan Superman, alur cerita ini seolah olah menjadi sangat cepat dan seperti terburu buru.

Ini juga menjadi hal yang kurang untuk film ini, Steppenwolf datang ke dunia setelah kejadian Son of Krypton mati, berdasarkan film Man of Steel, Superman baru ada atau tinggal di bumi sekitar 30 tahun sedangkan Mother Box dikubur atau berada di Bumi selama 5000 tahun, apa yang ditunggu?! Tanda tanya besar di kepala saya.

Yang berkesan buat saya adalah saat Batman menyesal dan mengatakan bahwa Superman jauh lebih manusiawi daripada dirinya, saya merasakan penyesalan yang dirasakan oleh Bruce Wayne karena telah memilih untuk bertarung dengan Superman padahal Superman sangat mencintai Bumi sebagai rumahnya, diawal film pun kita akan ditampilkan gambaran perasaan ini saat sekelompok anak-anak membuat video dan bertanya pada Superman.

2. Karakter.

Hubungan antar karakter terjalin kurang mendalam, sepertinya konflik antara mereka terkesan datar-datar saja, konflik yang muncul hanya sekilas disaat Diana mendorong Bruce setelah berdebat untuk membangkitkan Superman, dan dialog diantara mereka pun menjadi kurang bermakna.

Yang paling menyedihkan adalah sosok Batman, dalam komik DC Batman adalah sosok yang sangat cermat dan selalu penuh perhitungan dan bisa dibilang sangat licik, namun kesan itu tidak muncul di film ini, bahkan menghadapi Parademon pun Batman terkesan tak berdaya, padahal The Dark Knight yang saya kenal dalam komik memiliki 1001 akal dan cara untuk menghadapai musuh yang bahkan 1000 kali lebih kuat dari dirinya….ayolah dalam komiknya Batman adalah karakter yang pernah mengalahkan Darkseid hanya menggunakan akalnya!

Wonder Woman sekali lagi menjadi penyelamat untuk film ini, sangat pas diperankan oleh Gal Gadot dan dalam film pun mendapatkan porsi yang pas. Cyborg pun menjadi karakter yang berarti dan mampu menunjukan dirinya menjadi tokoh yang masih belajar mengandalikan kekuatannya.

The Flash dan Aquaman yang mencuri perhatian, 2 karakter ini menjadi karakter favorit dalam film ini, karena mereka berdua termasuk karakter yang ngocol dan membuat film ini terkesan jadi lebih ringan dan lucu. Tapi justru disini DC kembali kehilangan ciri khasnya yang menurut saya merupakan ciri khas film superhero yang ingin dikembangkan oleh DC, “dark dan edgy”. Humor yang muncul jika melibatkan 2 karakter ini mungkin bisa menjadi scene yang lucu, tapi mungkin seharusnya dibuat agar karakter lain tidak ikut menjadi konyol karena tingkah kedua jagoan ini.

Nah saat Superman bangkit justru disinilah mulai terasa kurang seru untuk menonton film ini, karena Steppenwolf jadi sangat mudah untuk dikalahkan, bahkan saat gabungan Aquaman, WonderWoman, Cyborg, Flash, dan Batman tidak berdaya menghadapi Steppenwolf maka Superman cukup dengan satu pukulan berhasil menumbangkan salah satu ras New God ini.

3. Failure or Just Me.

Entah kenapa di beberapa adegan efek CGI yang digunakan sangat kentara sehingga terkesan yang membuat film ini bukan team dari Hollywood akan tetapi seperti buatan pemula, ada beberapa adegan yang menunjukan kejanggalan gambar khususnya untuk adegan latar belakang yang menyebabkan seolah olah gambar tersebut diambil didalam ruangan dengan menggunakan latar lukisan yang sangat kentara!? berhubung sebagian banyak adegan film ini memang diambil di dalam studio.

Dan beberapa efek seperti efek kecepatan dari Flash yang hanya mengandalakan adegan slow motion dimana Flash bergerak dengan normal, kurang menampilkan adegan Flash beraksi dihadapan manusia normal yang tentu saja harusnya terlihat sangat cepat. Bahkan Flash seharusnya bisa menggunakan kekuatannya lebih dari ini, ia bisa membuat tornado, bisa menembus objek dengan menggerakan molekul tubuhnya, dan bisa melakukan pukulan yang sangat keras mengandalakan kecepatannya tersebut, sehingga menjadikannya karakter yang sulit untuk ditangkap, bahkan hingga bisa di sentuh oleh Steppenwolf.

Banyak juga sepertinya adegan adegan yang ternyata berbeda atau tidak muncul dalam filmnya padahal ada di dalam trailer yang dibagikan, ini menyebabkan beberapa adegan yang membuat kita penasaran dalam trailernya justru menyebabkan kebingungan di tengah menonton film ini karena kita tidak dapat menemukannya.

Nah itu adalah beberapa hal yang menjadi perhatian kami setelah menonton film Justice League. Sangat disayangkan jika film yang seharusnya bisa menjadi film yang luar biasa tapi justru tampil biasa saja, sepertinya DC menjadi kebingungan antara idealisme dan kemauan pasar. Disatu sisi dengan tema dark yang mereka miliki menjadi film superhero yang mungkin kurang ramah untuk semua umur, mendapat kritik dari kritikus, tapi mendapat apresiasi dari pencinta komiknya, dengan mengubah konsep untuk menjadi film yang lebih menghibur dan ringan tapi DC kembali harus berhadapan dengan publik disebut sebagai peniru Marvel dan dikritik kembali terlebih oleh fans nya sendiri.

Menurut kami sendiri Man of Steel (MoS) dan Batman v Superman (BvS) merupakan pakem film yang di miliki oleh DC, dark dan sangat massive dalam menggambarkan pertempuran para superheronya, terlepas dari munculnya Wonder Woman yang mendapat reaksi positif di pasar meski dibuat tidak se “dark” MoS dan BvS masih merupakan hal yang sah. Mungkin tergantung juga pada karakter superhero yang diangkat misalkan The Flash diangkat dengan tema “dark” mungkin kurang pas juga, tapi jika Batman mendapat tema dark pasti pas banget!

Please follow and like us:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *