Loading...
News

Mesin Sensor Konten Pornografi Mutakhir Siap Beroperasi Tahun 2018

Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan mesin sensor internet ini adalah untuk pengembangan dari Trust+ (internet sehat dan aman) yang ada di bawah unit Direktorat Keamanan Kementerian Kominfo. Nantinya mesin sensor ini akan dimanfaatkan untuk memblokir konten-konten negatif di internet. Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan menuturkan bahwa mesin sensor internet ini mengunakan sistem crawling, yang artinya mesin tersebut akan menganalisa secara otomatis sesuai kriteria konten negatif yang ditetapkan. Konten negatif yang dimaksud merujuk pada Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), khususnya dasar hukumnya di Pasal 2 dan Pasal 40 ayat (2).

Yang dimaksud sistem crawling disini adalah ia akan menganalisa berbagai konten-konten di dunia maya. Dengan mengetik keyword, maka muncul deretan konten-konten yang dianggap melanggar aturan, cara ini merupakan yang paling efektif. Karena sebelumnya untuk melakukan pemblokiran konten negatif, Kominfo harus melakukannya secara manual. Misalnya tim dari Kominfo harus memantau satu per satu situs yang diduga mengandung konten negatif. “Maka diubah dengan hanya mengetik keyword dan ada artificial intelligence yang ada di sana, dia akan mengcrawling dan menganalisa konten-konten tersebut,” ujar Sammy.

Sebagai informasi, pengadaan mesin sensor “Crawler” ini awalnya dilelang dengan nilai tender hingga lebih dari Rp 194 miliar dan dimenangkan oleh PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI). Dan dapat dipastikan oleh Dirjen Aptika Kemkominfo Semuel Abrijanin Pangerapan, mesin ini akan aktif beroperasi per 1 Januari 2017. Adapun proses serah terima mesin sendiri akan berlangsung pada 29 Desember 2017.

Please follow and like us:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *