Loading...
News

Toys R Us Dibantai Online Shop & Video Games Digital Yang Lebih Efisien

Dewasa ini siapa yang tidak kenal dengan video game, mulai dari anak – anak hingga dewasa bahkan bapak – bapak yang sudah berkeluarga masih gemar bermain video game. Dengan begitu tingkat penjualan perangkat video game, serta copy dari gamenya pun meningkat pesat beriringan dengan berkembangan inovasi video game yang bervariasi. Namun bagaimanakah, dampak yang diakibatkannya terhadap mainan fisik yang sudah ada bertahun – tahun lamanya?

Tentu kita semua pasti mengenal permainan papan (Board Game) seperti catur, monopoli, ular tangga, dan permainan fisik lainnya seperti permainan kartu uno, Barbie dan sebagainya, yang dimana sekarang sudah bisa dimainkan dalam perangkat video game seperti Playstation, Xbox, dan Nintendo Switch, dan tidak ketinggalan PC. Sudah pasti toko mainan fisik untuk anak – anak yang sangat merasakan dampaknya. Pasalnya mereka kalah dengan toko video game, walau ada beberapa toko mainan yang juga menjual video game, namun jelas anak – anak dan orang tuanya pasti akan langsung ke toko yang benar – benar hanya menjual video game dan koleksinya lengkap.

Dengan revolusi yang terjadi pada mainan ini banyak toko mainan yang dulu besar dan terkenal menjadi bangkrut dan menutup sebagian toko mainannya yang jumlahnya tidak sedikit. Kabar keruntuhan dari kerajaan mainan ini datang dari Toys R Us. Baru – baru ini Toys R Us menutup hampir 200 toko mainannya di Amerika Serikat, dengan jumlah 182 toko persisnya ditutup dalam agenda mencari perlindungan kebangkrutan. Namun nyatanya kebangkrutan bukan sepenuhnya disebabkan oleh persaingan game digital dikarenakan mereka juga menjual perangkat video games dan sebagainya. Melainkan perusahaan retail seperti online shop yang sebenarnya sangat berdampak pada tingkat penjualan mereka. Sebenarnya masih banyak orang yang tetap berbelanja di Toys R Us karena suasana dan kenangan – kenangan yang ada. Namun bukti nyatanya mereka sedang melalui tahap kebangkrutan, hal ini juga bisa disebabkan oleh mereka tidak mengikuti pasar diluar dan trend yang sedang berlangsung. Mereka terlalu percaya bahwa perusahaan mereka akan terus Berjaya dengan mengikuti tradisi Toys R Us yang sudah ada sejak lama.


Please follow and like us:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *